Ruang rawat 116B RS Bethesda Yogyakarta 8 Juli 2010

Ruang rawat 116B RS Bethesda Yogyakarta 8 Juli 2010

Judul : Ruang rawat 116B RS Bethesda  Yogyakarta 8 Juli 2010


Tanggal 8 Juli 2010, tepat pukul dua belas siang, udara di koridor rumah sakit Bethesda Yogyakarta  terasa dingin dan sunyi. Kami bertiga berdiri di sisi tempat tidur maya yang akan menjalani operasi usus. Di ruangan itu hanya terdengar suara mesin infus yang menetes perlahan, seolah ikut menandai detik-detik menuju tindakan medis yang tak bisa ia hindari.

Dalam hati adiknya bertanya, “Apakah operasi ini akan berjalan aman?”
Pertanyaan itu tak pernah terucap, tapi aku tahu dua orang lainnya memikirkan hal yang sama. Kami hanya saling memandang, lalu menunduk. Diam menjadi cara paling sederhana untuk menyerahkan semuanya pada Yang Kuasa.

Beberapa menit kemudian, dokter anestesi masuk. Langkahnya mantap, wajahnya tenang. “Siapa dari kalian bertiga yang akan menandatangani persetujuan pembiusan?” tanyanya.
Keponakan Maya maju ke depan, mengangguk tanpa banyak bicara. Tangan mudanya bergetar perlahan saat menandatangani formulir, namun keberaniannya membuat ruangan itu terasa sedikit lebih hangat.

Setelah itu, kami diminta keluar. Pintu ruang operasi tertutup, meninggalkan kami di baliknya dengan gelisah yang tak bisa menghibur siapa pun. Waktu terasa berjalan lambat. Setiap detik seperti menahan nafas yang tak kunjung dilepas.

Empat jam pun berlalu—panjang, melelahkan, tetapi akhirnya pintu itu terbuka. Dua suster mendorong tempat tidur Maya yang sudah setengah sadar, wajahnya pucat namun tenang. Mereka membawa kembali ke ruang rawat 116B.

Melihatnya kembali, kami bertiga saling menatap dan tersenyum tipis. Ada lega yang menetap di dada. Dalam keheningan ruangan itu, kami memahami satu hal yang sama: Tuhan tidak pernah meninggalkan umat-Nya. Bahkan di saat paling genting, ada tangan tak terlihat yang tetap bekerja menjaga, melindungi, dan menguatkan.

Di ruangan 116B itulah kami belajar bahwa kecemasan bisa runtuh hanya dengan satu bukti sederhana—bahwa hidup, setakut apa pun, tetap berada dalam genggaman Yang Maha Kuasa.

#fyp #foto #teks

Tampilkan Komentar
Sembunyikan Komentar

0 Response to "Ruang rawat 116B RS Bethesda Yogyakarta 8 Juli 2010"

Post a Comment

Featured Post

lirik lagu : lilin tahun baru

  Masih di sini di kota yang ko janjikan tapi bukan lagi bersama Beta pikir ko deng beta lepas tahun baru tapi ternyata ko pergi deng orang ...

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel