aku tertinggal menanggung luka
November 10, 2025
Add Comment
Judul : aku tertinggal menanggung luka
Kami pertama kali bertemu pada tanggal 26 April 2010. Hari itu kau tampak begitu perhatian—hangat dengan kata-kata cinta, sayang, dan rindu. Saat itu aku percaya, jika kau susah maka aku akan selalu ada di sisimu. Apalagi ketika kau marah karena hal-hal kecil, aku memilih untuk tidak memedulikannya. Aku menganggap itu bagian dari perjalanan bersama.
Namun waktu tidak selalu sejalan dengan harapan. Pada tanggal 14 Desember 2015, kisah kita berakhir. kau memilih dia.
Lima tahun kebersamaan runtuh begitu saja.
Dalam lima tahun itu, banyak hal kulewati sendirian meski kau ada di dekatku. Entah bagaimana, selalu aku yang dirugikan. Studi tersendat, masa depan seperti kehilangan cahaya. Di Jogja, saya tidak benar-benar mengenal latar hidupmu. Semua terasa samar, dan aku terlalu percaya.
Baru ketika aku datang ke Teminabuan, perlahan aku melihat dirimu yang sebenarnya. Harapanku agar kau berubah tak pernah menjadi kenyataan. Setiap kali kubilang hatiku terluka, kau hanya tertawa. Seolah-olah semua pengorbanan—uang yang kukeluarkan, kain yang kubayar untuk adat—tidak berarti apa-apa bagimu.
Kini kau hidup bersama seseorang yang kau pilih, sementara aku tertinggal menanggung luka yang tak kusangka akan sedalam ini. Kadang-kadang aku berpikir, jika semua itu kugunakan untuk belajarku, mungkin hari ini hidupku berbeda. Mungkin aku tidak harus melewati penderitaan yang kau tinggalkan.
Waktu itu kau tahu betul aku tapi justru kau membuat kehidupan semakin berat.
Namun aku tidak ingin tenggelam dalam penyesalan.
Perjalanan hidupku masih panjang. Aku tidak akan menyerah. Hidup adalah pilihan, dan tidak pernah ada kata terlambat bagi siapa pun yang ingin berjuang untuk mencapai keberhasilan sejati.
Untukmu, semoga damai selalu bersama kau dan keluargamu.
Untukku, semoga luka ini menjadi langkah pertama menuju hidup yang lebih kuat, lebih tepat, dan lebih benar.

0 Response to "aku tertinggal menanggung luka"
Post a Comment