MENGAPA DALAM OTAK OAP, BELANDA BUKAN BANGSA PENJAJAH
February 08, 2026
Add Comment
MENGAPA DALAM OTAK OAP, BELANDA BUKAN BANGSA PENJAJAH?
Sebuah tantangan besar integrasi Papua dalam NKRI.
Siapa itu Belanda? Belanda di mata OAP dan Nusantara sangat beda jauh. Bagi OAP Belanda itu orang2 yg meletakan peradaban di atas tanah Papua sebelum dihancurkan Indonesia. Itu tantangan besar dalam integrasi Papua di NKRI sampai saat ini. Tanah Papua memang sudah terintegrasi tapi manusianya belum dan butuh senjata untuk memaksanya. Manusianya belum merasa sebagai orang Indonesia malah masih menunggu kapan Papua Merdeka. Sebuah ilusi tapi fakta bagi smua OAP dan non OAP yang cinta Papua. Semua OAP ingin mau pisah dari Indonesia. Klau ada yang mengatakan tidak, itu hanya karena urusan perut dan jabatan saja.
DI Tanah Papua, Selama Belanda berkuasa tidak pernah ada pelanggaran HAM, tidak ada data seorang di bunuh oleh Belanda. Pada jaman Belanda klau ada OAP yang lakukan kesalah besar dipenjara, tidak disiksa, tidak diracun atau dibunuh. Tidak ada hutan Papua yang dihancurkan belanda, malah dijaga lestari. Duluh ada suara cenderawasih di hutan belantara abe, belakang RS Abepura yg bisa didengar pasien, tapi kini tiada. Jangankan hutan, kondisi kota2 saja dijaga sangat bersih termasuk bokondini dan enarotali serta kota2 misonaris lain yang ada di pedalaman.
Bagi OAP, orang Eropa adalah pencetak pendidikan yang berkualitas. Mereka tahu kehifupan OAP terikat budaya yang pragmatis, sehingga generasi mudanya diasramakan dan dilatih metal disiplin dan fisik, siswa2 dari kampung2 dicomot dengan adil di bawa ke asrama, dilatih semuanyan mulai dari bangun jam 5 pagi, kerja dan sekolah.
Zaman Belanda, Di Papua tidak ada tentara, yg ada misionaris yang bekerja untuk membangun Tanah Papua. Setelah Indonesia masuk baru tentara yang menakutkan mulai berseliweran. Makanya waktu SD, kami diajari bahwa Belanda itu penjajah, kami heran dan bertanya bukannya Indonesia yg penjajah?
Belanda berhasil bangun generas muda Papua yang berkelas. Ayah saya Thom adalah seorang lulusan pendidikan guru bawah SGB di biak, tapi jago matematika setingkat universitas masa kini. Banyak juga tukang bangunan tenaga lokal yang berkelas, didikan belanda. Banyak Bangunan misionaris belanda berkualitas sampai kini dan bertahan sekalipun terjadi gempa berkali2. Bangunan2 masih Ada di Biak, Di Jayapura ada di dok V dan Nabire ada di kota lama.
Intinya keberadaan Belanda di Papua adalah penginjil dan misionaris, bukan monster seperti yang diajarkan di sekolah2 Indonesia di Tanah Papua.
Semua pengalaman hidup orang Papua dengan orang Eropa ini sangat berbanding terbalik dengan kondisi sekarang. Selama Papua bergabung dengan NKRI, sebanyak 800 ribu OAP telah mati dibantai, pendididkan hancur dan bangunan yang dibangun Indonesia tidak berkelas, mudah rusak.
Semasa Belanda, pemuda pemudi Papua yg dilatih utk mengisi kekokosangan tenaga kerja trampil. Mulai dari tukang bangunan, bengkel, menjahit, tata boga, montir dan aneka ketrampilan lain. Tapi kini jadi lain, justru kelemahan tenaga OAP dimanfaatkan, Indonesia bawa sebanyak mungkin tenaga imigran dari nusantara mengisi semua sendi kehidupan. Sementara OAP dibiarkan di landasan dan malahan dilabeli kata kata bodoh, pemalas, kotor dan monyet yang penuh rasialis.
Itulah sebabnya bagi OAP penjajahan sesunguhnya adalah Indonesia bukan Belanda. Pandangan ini tidak akan lenyap sekalipun ada kebijakan jakarta yaitu otsus, pemekaran atau percepatan pembangunan Papua. Karena pada faktanya otsus dan pemekaran daerah itu sesusungguhnya adalah bentuk lain transmigrasi jilid 2. Sedangkan percepatan pembangunan adalah upaya peminggiran eksistensi manusia Papua, karena OAP yg ada saat ini tidak memililiki sumber daya yang mumpuni utk terlibat di dalamnya. Semua kebijakan Jakarta mulai dari Otsus, pemekaran dan Percepatan pembangunan bukanlah sebuah menajemen pembangunan yg sedang di ujicoba untuk memajukan tanah Papua melainkan sebuah bukti dari bentuk kebimbangan pemerintah Indonesia di atas Tanah Papua. Bikin lama2 di papua dengan sistim triar and eror. Orang Papua tidak akan harmoni bersama Indonesia. Semuanya akan memarginalkan OAP di tanah air sendiri. Kecuali Papua bergabung dengan bangsa Singapura, keadaan ini bisa membaik.
Sebuah tantangan besar integrasi Papua dalam NKRI.
Siapa itu Belanda? Belanda di mata OAP dan Nusantara sangat beda jauh. Bagi OAP Belanda itu orang2 yg meletakan peradaban di atas tanah Papua sebelum dihancurkan Indonesia. Itu tantangan besar dalam integrasi Papua di NKRI sampai saat ini. Tanah Papua memang sudah terintegrasi tapi manusianya belum dan butuh senjata untuk memaksanya. Manusianya belum merasa sebagai orang Indonesia malah masih menunggu kapan Papua Merdeka. Sebuah ilusi tapi fakta bagi smua OAP dan non OAP yang cinta Papua. Semua OAP ingin mau pisah dari Indonesia. Klau ada yang mengatakan tidak, itu hanya karena urusan perut dan jabatan saja.
DI Tanah Papua, Selama Belanda berkuasa tidak pernah ada pelanggaran HAM, tidak ada data seorang di bunuh oleh Belanda. Pada jaman Belanda klau ada OAP yang lakukan kesalah besar dipenjara, tidak disiksa, tidak diracun atau dibunuh. Tidak ada hutan Papua yang dihancurkan belanda, malah dijaga lestari. Duluh ada suara cenderawasih di hutan belantara abe, belakang RS Abepura yg bisa didengar pasien, tapi kini tiada. Jangankan hutan, kondisi kota2 saja dijaga sangat bersih termasuk bokondini dan enarotali serta kota2 misonaris lain yang ada di pedalaman.
Bagi OAP, orang Eropa adalah pencetak pendidikan yang berkualitas. Mereka tahu kehifupan OAP terikat budaya yang pragmatis, sehingga generasi mudanya diasramakan dan dilatih metal disiplin dan fisik, siswa2 dari kampung2 dicomot dengan adil di bawa ke asrama, dilatih semuanyan mulai dari bangun jam 5 pagi, kerja dan sekolah.
Zaman Belanda, Di Papua tidak ada tentara, yg ada misionaris yang bekerja untuk membangun Tanah Papua. Setelah Indonesia masuk baru tentara yang menakutkan mulai berseliweran. Makanya waktu SD, kami diajari bahwa Belanda itu penjajah, kami heran dan bertanya bukannya Indonesia yg penjajah?
Belanda berhasil bangun generas muda Papua yang berkelas. Ayah saya Thom adalah seorang lulusan pendidikan guru bawah SGB di biak, tapi jago matematika setingkat universitas masa kini. Banyak juga tukang bangunan tenaga lokal yang berkelas, didikan belanda. Banyak Bangunan misionaris belanda berkualitas sampai kini dan bertahan sekalipun terjadi gempa berkali2. Bangunan2 masih Ada di Biak, Di Jayapura ada di dok V dan Nabire ada di kota lama.
Intinya keberadaan Belanda di Papua adalah penginjil dan misionaris, bukan monster seperti yang diajarkan di sekolah2 Indonesia di Tanah Papua.
Semua pengalaman hidup orang Papua dengan orang Eropa ini sangat berbanding terbalik dengan kondisi sekarang. Selama Papua bergabung dengan NKRI, sebanyak 800 ribu OAP telah mati dibantai, pendididkan hancur dan bangunan yang dibangun Indonesia tidak berkelas, mudah rusak.
Semasa Belanda, pemuda pemudi Papua yg dilatih utk mengisi kekokosangan tenaga kerja trampil. Mulai dari tukang bangunan, bengkel, menjahit, tata boga, montir dan aneka ketrampilan lain. Tapi kini jadi lain, justru kelemahan tenaga OAP dimanfaatkan, Indonesia bawa sebanyak mungkin tenaga imigran dari nusantara mengisi semua sendi kehidupan. Sementara OAP dibiarkan di landasan dan malahan dilabeli kata kata bodoh, pemalas, kotor dan monyet yang penuh rasialis.
Itulah sebabnya bagi OAP penjajahan sesunguhnya adalah Indonesia bukan Belanda. Pandangan ini tidak akan lenyap sekalipun ada kebijakan jakarta yaitu otsus, pemekaran atau percepatan pembangunan Papua. Karena pada faktanya otsus dan pemekaran daerah itu sesusungguhnya adalah bentuk lain transmigrasi jilid 2. Sedangkan percepatan pembangunan adalah upaya peminggiran eksistensi manusia Papua, karena OAP yg ada saat ini tidak memililiki sumber daya yang mumpuni utk terlibat di dalamnya. Semua kebijakan Jakarta mulai dari Otsus, pemekaran dan Percepatan pembangunan bukanlah sebuah menajemen pembangunan yg sedang di ujicoba untuk memajukan tanah Papua melainkan sebuah bukti dari bentuk kebimbangan pemerintah Indonesia di atas Tanah Papua. Bikin lama2 di papua dengan sistim triar and eror. Orang Papua tidak akan harmoni bersama Indonesia. Semuanya akan memarginalkan OAP di tanah air sendiri. Kecuali Papua bergabung dengan bangsa Singapura, keadaan ini bisa membaik.

0 Response to "MENGAPA DALAM OTAK OAP, BELANDA BUKAN BANGSA PENJAJAH"
Post a Comment