Seindah purnama bulan di malam hari
tapi llebih indah lagi awal diriku hadir di kota Gudeg

Namun sedikit demi sedikit
tatap indah sang purnama itu menghilang dari tatapanku

Ayah kini ku berada dalam kegelapan dan tak ada lagi cahaya yang datang meneranggiku
dan tak ada ada suara yang datang menyapaku di tenggah kegelapan ini.

Ayah di kota seribu tanggisan, ku bertanya
akankah cahaya harapan akan datang menyapaku lagi?

Ayah........ Dalam hatiku..!!!
termenung dan bertanya
masih adakah setitik harapan yang membantuku untuk bertahan?
di kota terpahit dalam memory hidupku...."